Amanah Pinisepuh Cetak
KEBANGKITAN SIWA BUDHA

Kitab Negara Kerthagama menyebutkan dalam Sastra Raja Pandawa sepeninggalnya zaman Kali (Kali Yuga) dunia murka, timbul huru hara, hanya Bhatara Raja yang paham NAN GUNA, dapat menjaga jagat. Itulah sebabnya Sri Paduka teguh bakti menyembah kaki Sakyamuni, teguh tawakal memegang Pancasila, laku yang utama, upacara suci gelaran Jinabrata yang termasyur ialah Sri Jnanabadreswara, menghormati Ibu, luhur dalam filsafat, ilmu bahasa dan pengetahuan agama. Berlomba-lomba Beliau menghirup sari segala ilmu kebhatinan, pertama-tama Tantra Shubuti diselaminya, intinya masuk ke hati, melakukan puja, yoga semadi demi keselamatan seluruh umat, menghindarkan tenung, mengindahkan anugrah rakyat. Diantara para Raja yang lampau tidak ada yang setara dengan Beliau, yang paham akan NAN GUNA, SASTRA, TATWA PADESA, itulah sebabnya Beliau menjadi Raja Pelindung yang bersemayam di dalam Siwa Budha.
Puri Agung Dharma Giri Utama diberikan keselamatan lahir dan Bhatin oleh Ratuning Dang Hyang Jawi, momong marang anak putu, yang menjaga para keturunan-keturunan pengempon dan para abdi dalem Puri Agung di bawah kaki Hyang Bhatara Raja.

Amanah dari:
Pinisepuh I Gusti Agung Yudhistira
Denpasar, 02 Januari 2011
(Rahina Radite, Kajeng Kliwon Uwudan, Wuku Pujut, Sasih Kapitu)