Situs resmi Puri Agung Dharma Giri Utama

Bisama Ida Betara Cetak Email
Ditulis oleh Jero Mangku Pasek Mukti Murwo Kuncoro   
Dalam percakapan saya bersama pinisepuh Paguyuban Dharma Giri Utama, saya bertanya tentang jalan spiritual yang sebenarnya. Seperti dalam tulisan saya yang lain saya telah menyinggung bahwa salah satu jalan spiritual adalah dengan meditasi. Benar. Namun dalam cara berbeda untuk mencapai jalan spiritual adalah dengan melakukan yoga. Dalam konsep ini, yoga memberi aturan-aturan diantaranya adalah cara mengelola pikiran dan yang digaris bawahi juga adalah kesehatan. Untuk mencapai spiritual yang tinggi seseorang haruslah sehat.

Yoga adalah cara-cara melatih pikiran agar selaras dengan tubuh atau tingkah laku. Sesuai dengan ajaran Bhagawad Gita. Namun sekarang ini banyak sekali berkembang teknik yoga seiring dengan perkembangan jaman karena banyak kreator menciptakan gerakan-gerakan baru. Digabungkan dengan nuansa seni gerak oleh orang-orang dari dunia modern. Yang sebenarnya bagus tetapi masih diragukan kegunaannya kalau sudah bicara dengan spiritual. Sebab pada jaman dulu, yoga ini diciptakan sebagai penunjang pencapaian pencerahan spiritual. Yoga diciptakan oleh tokoh spiritual bernama Patanjali, pada tahun 2.500 SM. Yoga yang diciptakan terkenal dengan nama: Asthangga, atau 8 tingkatan yoga yaitu:

  1. Yama: menjaga etika dan pikiran dalam lingkungan eksternal
  2. Niyama: penghormatan kepada sesama makhluk hidup
  3. Asana: latihan gerak tubuh
  4. Pranayama: mengatur nafas atau olah nafas
  5. Pratyahara: pengendalian diri secara internal
  6. Dharana: konsentrasi atau fokus terhadap pengendalian diri tadi
  7. Dhyana: fokus no 5 dan 6 yang sudah otomatis dengan perasaan yang nyaman
  8. Semedhi: adalah tingkatan terakhir dimana penyatuan semua tingkatan yoga sudah terpenuhi.

Dengan melatih yoga tersebut maka kesehatan pikiran dan kesehatan jasmani dapat terbentuk dengan baik. Kesehatan jasmani dan rohani yang baik adalah modal awal untuk mencapai jalan spiritual yang benar. Spiritual yang benar ditunjukkan pertama kali dengan adanya pencerahan-pencerahan. Pencerahan-pencerahan adalah sebagai akibat dari bersihnya cakra-cakra. Cakra-cakra yang bersih sebagai tanda bahwa Kundalini sudah mulai bangkit.

Cepat atau lambat bangkitnya Kundalini tergantung dari karma. Latihan Asthanga Yoga tersebut diciptakan untuk kebangkitan spiritual. Berarti juga bisa menghapus karma sesuai dengan intensitas latihan dan sikap penyerahan diri kepada Ida Betara.

Sedangkan bagi umat Hindu Budha atau Ciwa Budha Bali ada hal lain yang harus dilakukan. Petunjuk Ida Betara yang melinggih di Bali, atau Bisama Ida Betara mengingatkan umat Hindu Dharma di Bali melalui Pinisepuh Paguyuban Dharma Giri Utama, Agung Yudistira, yaitu:

Untuk mencapai tingkat spiritual yang tinggi bagi umat yang berada di Bali, haruslah pernah mencapai terlebih dahulu Puncak Lempuyang Luhur dimana disana Melinggih Beliau Yang Maha Mulia Hyang Genijaya. Atau dengan kata lain, tidak akan pernah mencapai tingkatan tertinggi dalam latihan spiritual kalau belum pernah mencapai Puncak Lempuyang Luhur. Atau tidak pernah akan mencapai sorga kalau belum pernah mencapai Puncak Lempuyang Luhur.

Kalimat-kalimat diatas cuma memberi pengertian agar petunjuk sampai ke umat dan bukan seperti aslinya.

Namun setelah direnungkan maksud dari wangsit yang diterima oleh Pinisepuh Paguyuban Dharma Giri Utama, bahwa ternyata proses tangkil ke Puncak Lempuyang Luhur adalah hampir mirip dengan Asthanga Yoga. Saking tingginya puncak tersebut kita sering berpikir takut tidak akan sampai ke atas sana. Akan tetapi tutur kata tetua dulu mengingatkan bahwa jangan memikirkan beratnya medan ke sana, tetapi satukan pikiran dengan benar bahwa pikirkan saja kita bisa sampai ke sana maka kita akan bisa mencapai Puncak Lempuyang Luhur. Jadi kalau benar-benar kita melakoni pendakian tersebut secara otomatis tingkat 1 sampai dengan tingkat 7 dari Asthanga Yoga telah dapat dilalui. Sedang tingkat 8 yaitu Semedhi akan dilakukan setelah sampai di puncak yaitu saat persembahyangan kepada beliau Ida Betara.

Janganlah tulisan seperti ini menjadi polemik mempersoalkan benar dan salah dari wangsit yang diterima. Yang terpenting bagi saya adalah menyampaikan sesuatu pengetahuan yang barangkali berguna. Sebelum menulis ini saya sudah konsultasikan kepada Beliau Pinisepuh Paguyuban Dharma Giri Utama.
 

Pengurus

Sample image I Gusti Agung Yudisthira
Pinisepuh/ Penasehat
Sample image Jero Mangku Pasek Mukti Murwo Kuncoro
Mangku Adat
Sample image I Gusti Putu Badung Mardika
Bupati Dalem
Sample image Eka Kurniawati
Dharma Ayu

Sample image Putu Erick Indrawan
Numbak Poleng

Hubungi kami

Alamat: Jl. Tegal Harum No 7 Biaung
Denpasar Timur- Bali 80237
Tel: +62 361 8868909, 081999064691
Email:info@dharmagiriutama.org
Web: www.dharmagiriutama.org
Posisi anda  : Home Artikel Kisah Leluhur (Ida Bhatara) Bisama Ida Betara